Reader Comments

Ma, Pa, Izinkan Aku Ngekost, Dong!

by area seoku (07-11-2019)


Beasiswa S1 - Ngomong-ngomong kuliah, ada satu hal yang udah melekat banget dengan kehidupan sebagai mahasiswa, yaitu… ngekost.

Nggak seperti naik-naikan ke bangku SMP atau SMA yang gitu-gitu aja, masuk kuliah dan jadi mahasiswa baru punya tradisi uniknya tersendiri. Kalau dulu masuk SMA masuknya masih diatur dengan sistem zonasi, masuk kuliah sepenuhnya diatur oleh dirimu sendiri—entah itu program studinya atau juga kampusnya. Dan terkadang, mungkin kampus impian yang menyediakan program studi incaranmu letaknya di ujung dunia. Nggak mungkin, dong, kamu mau bolak-balik dari rumah ke kampus naik pesawat tiap hari. Mau nggak mau harus ngekost, deh.

Eniwei, ngekost berarti kamu harus tinggal sendirian di kota lain, which means harus siap jauh dari orang tua untuk hidup mandiri demi menuntut ilmu (aih). Hidup baru kamu sebagai mahasiswa rantau pun jadi lebih menyenangkan dalam bayangan kamu. Tapi… masih ada tantangan selanjutnya yang harus kamu lewati, yaitu: minta izin orang tua!

Yup, mendapatkan restu untuk ngekost dari orang tua tidaklah semudah meminta izin pergi ke kebun binatang pas wiken bareng temen-temen, lho. Ada banyak hal yang bikin orangtuamu susah ngelepasin—bahkan nggak ngebolehin!—kamu untuk ngekost di negeri nun jauh yang ada di sana.

…Lah? Terus gimana?

Alternatif Tempat Tinggal Sementara: Kost, Asrama, Sharehouse, Rumah Kerabat

Mahasiswa https://catchthemes.com/support-forum/users/beasiswas1 emang identik banget sama yang namanya ngekost. Kenapa? Karena banyaaak banget mahasiswa yang memilih untuk merantau demi berkuliah di kampus incarannya, dan mau nggak mau harus meninggalkan rumah dan berpindah sementara demi keberlangsungan hidup sebagai mahasiswa rantau.

Realitanya, nggak cuma kamu yang harus nyebrang pulau aja yang punya aspirasi untuk ngekost selama berkuliah, kok. Jadi jangan berasumsi bahwa yang biasanya ngekost hanyalah mereka yang datang berkuliah dari luar kota. Bahkan, ada banyak anak-anak yang berada di satu kota dengan kampusnya tapi lebih memilih untuk ngekost gara-gara jalan yang harus ditempuh macetnya nggak ketulungan.

Kost emang banyak diminati oleh calon mahasiswa karena udah menyediakan fasilitas apa pun yang dibutuhkan oleh calon mahasiswa dan harganya yang terjangkau serta fleksibel. Tapi, bukan berarti ngekost selalu menjadi jalan keluar untuk kamu yang merantau nun jauh di sana. Kamu para mahasiswa rantau punya empat opsi hunian sementara yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Apa aja, tuh?

Kostan

Satu kamar yang disewakan lengkap dengan fasilitas penunjang kebutuhan sehari-hari—alias kostan—udah jadi langganan semua anak rantau. Dari harganya yang paling terjangkau sampai selangit, fasilitas yang seadanya sampai bintang lima, atau yang jaraknya dekat kampus sampai agak jauh tapi dikelilingi tempat-tempat seru, semua ada https://www.pmbuntar.com/perguruan-tinggi-swasta/!

Asrama

Asrama merupakan bagian dari fasilitas kampus yang disediakan sebagai hunian sementara bagi mahasiswa rantau ataupun mahasiswa baru. Akan tetapi, nggak semua kampus menyediakan fasilitas asrama untuk mahasiswanya.

Sharehouse

Meskipun nggak begitu lazim, berbagi rumah atau sharehouse juga bisa menjadi alternatif yang menarik untuk mahasiswa rantau. Konsepnya sama seperti ngekost, tapi alih-alih cuma menyewa satu kamar, kamu bisa menyewa satu unit rumah (atau bisa juga apartemen) untuk dapat ditempati dua orang atau lebih.

Rumah Saudara/Kerabat

Selain kostan, asrama beasiswa s1 dan sharehouse, kamu juga bisa “menyambung hidup” di perantauan jika kamu memiliki saudara dekat/kerabat yang berdomisili di kota tempat kamu berkuliah. Bisa dibilang, opsi yang satu ini adalah opsi yang paling aman untuk dijadikan hunian sementara.

Lainya : Cara Berhenti Donasi Unicef



Powered by OJS | Azwar Muin