Estetika Resepsi Dan Intertekstualitas : Perspektif Ilmu Sastra Terhadap Tafsir Al-Qur’an

Otong Sulaeman

Abstract

Abstract : The Quranic interpretation is an effort to explain the meaning of the Quranic verses. In literary studies, the Quranic interpretative attempt is an interpreter’s reception aestethics towards the Quranic verses. In another side, the interpreter (mufasir) is, during his effort of interpreting the Quran, necessarly influ-enced by the other texts he or she has ever read. The process of the interpreter’s being influenced by the other texts while interpreting the Quran is, in the literary theory, called intertextuality. Thus, there is a very close relation between the Quranic interpretation and literary sciences.

Keywords : literary science, structuralism of science, pragmatic approach, reception aesthetics, intertextuality, the Quran, interpretation, hadith, history.

 

Abstrak : Tafsir al-Qur’an adalah upaya untuk menjelaskan maksud dari ayat-ayat al-Qur’an. Dalam perspektif ilmu-ilmu sastra, upaya untuk menafsirkan al-Qur’an adalah bentuk estetika resepsi mufasir (penafsir) ter-hadap ayat-ayat al-Qur’an. Di sisi lain, saat menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, mufasir pastilah dipengaruhi oleh teks-teks lain yang pernah menjadi sumber bacaannya. Proses dipengaruhinya mufasir oleh teks bacaan lain saat menafsirkan al-Qur’an ini dalam konteks ilmu-ilmu sastra disebut intertekstualitas. Dengan demikian, ada hubungan yang sangat erat antara tafsir al-Qur’an dengan ilmu-ilmu sastra.

Kata-Kata Kunci : ilmu sastra, strukturalisme ilmu, pendekatan pragmatik, estetika resepsi, intertekstualitas, al-Qur’an, tafsir, hadis, sejarah




Keywords


ilmu sastra; strukturalisme ilmu; pendekatan pragmatik; estetika resepsi; intertekstualitas; al-Qur’an; tafsir; hadis; sejarah

Full Text:

PDF


References


Abrams, M.H. The Mirror and The Lamp: Ro-mantic Theory and Critical Tradition. Oxford: Oxford Press, 1976.

Al-Bilālī, Abd al-Hamīd. Al-Mukhtashar al-Mashūn min Kitāb al-Tafsīr wa al-Mufassirūn. Kuwait: Dār al-Da‘wah, 1405H.

Al-Dzahabi, M. Husain. Tafsīr wa al-Mufassirūn. Baghdad: al-Mustatsnā, t.t.

Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian An-tropologi Sastra (Jogyakarta: Penerbit Om-bak, 2003

Fokkema dan Elrud-Ibsch. Teori Sastra Abad Kedua Puluh. Jakarta: Gramedia, 1998.

Ibsch Elrud dan Fokkema. Teori Sastra Abad Kedua Puluh. Jakarta: Gramedia, 1998.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Baha-sa Departemen Pendidikan Nasional. Ja-karta: Balai Pustaka, 2005.

Pradopo, Rachmat Djoko. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Ratih, Rina, dkk. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: PT. Hanidita Graha Widia, 2001.

Sangidu, M. Hum. Penelitian Sastra. Yogyakar-ta: Seksi Penerbian Sastra Asia, 2007.

Semi, Attar. Kritik Sastra. Bandung: Penerbit Angkasa, 1989.

Shadr, Muhammad Bāqir. al-Madrasat al-Qur’-āniyyah. Beirut: Dār al-Ta‘rūf wa al-Math-bū‘āt, 1399 H.

Shihab, M. Quraish. Ensiklopedia Al-Quran: Ka-jian Kosa Kata dan Tafsirnya. Jakarta: Len-tera Hati, 2007.

Sudikan, Setya Yuwana. Metode Penelitian Sastra Lisan. Surabaya: Citra Wacana, 2001.

Sudjiman, Panuti. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia, 1984.

Teeuw, A. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Gra-media Pustaka Utama, 1991.

Thabathabā‘ī, Muhammad Husain. Mengung-kap Rahasia al-Qur’an. Bandung: Penerbit Mizan, 1993.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Powered by OJS | Azwar Muin