Hermeneutika Humanistik Nasr Hamid Abu Zayd : Al-Qur’an sebagai Wacana

Kusmana Kusmana

Abstract

Abstract : This paper informs Nasr Hamid Abu Zayd ideas on Humanistic Hermeneutics, where it tries to put the Qur’an as a discourse, in a way of describing its hermeneutical thought development context. Hermeneutical task formulation is an extension of the previous task that is still being in the spirit of reconstruction of a new reading of religious texts. Al-Qur’an as discourse claimed as an attempt upon an extension way of reading with the whole spirit of construction over again. This Heremeneutical task is potentially burden the establishment, and controversial but it is certain.

Keywords : Al-Qur’an, discourse, ta’wīl, semiotica, historical criticism, phronesis, intellectual grasp, agreement, application, translation

 

Abstrak : Makalah ini menginformasikan tawaran Nasr Hamid Abu Zayd tentang Hermeneutika Humanistik, yaitu menempatkan al-Qur’an sebagai wacana, dengan cara dijelaskan dalam konteks perkembangan pemikiran hermeneutikanya. Tugas hermeneutika yang dirumuskannya ini merupakan perluasan dari tugas sebelumnya yang masih banyak berada dalam semangat rekonstruksi dalam upaya konstruksi pembacaan baru teks-teks keagamaan. Al-Qur’an sebagai wacana diklaim sebagai upaya perluasannya untuk melakukan pembacaan baru dengan semangat konstruksi lebih utuh lagi. Tugas hermeneutika ini berpotensi menggugat kemapanan dan kontroversial tapi niscaya.

Kata kunci : Al-Qur’an, wacana, takwil, semiotika, kritisisme sejarah, phronesis, pemahaman intelektual, persetujuan aplikasi, terjemahan




Keywords


Al-Qur’an; Wacana; Takwil; Semiotika; Kritisisme sejarah; Phronesis; Pemahaman intelektual; Persetujuan aplikasi; Terjemahan

Full Text:

PDF


References


Abu Zayd, Nasr H. Rethingking the Qur’an: Towards a Humanistic Hermeneutics. Utrecht. Humanistics University Press, 2004.

-----. Hermeneutika Inklusif: Mengatasi Problematika dan Cara-cara Pentakwilan atas Diskursus Keagamaan. Jakarta: ICIP, 2003.

-----. Tekstualitas al-Qur’an: Kritik terhadap Ulumul Qur’an. Yogyakarta: LkiS, 2003.

-----. “the Qur’an in Everyday Life,” in Jane Dammen McAuliffe, general ed.Encyclopaedia of the Qur’an. Leiden-Boston: Brill, 2002.

-----. Al-ittijāh al-‘Aqlī fī al-Tafsīr: Dirāsah fī Qādhiyyah al-Majāz fī al-Qur’ān ‘Inda al-Mu‘tazilah. Beirut: al-Markaj al-Thasaqāfī al-‘Arabī, 1996.

Gordin, Jean. “Gadamer Basic Understanding of Understanding,” dalam The Cambridge Companion to Gadamer, diedit oleh Robert J. Dostal, Cambridge: Cambridge University Press, 2002.

Harb, Ali, Kritik Nalar Al-Qur’an. Yogyakarta: LkiS, 2003.

Palmer, Richard E. Hermeneutika: Teori Baru Mengenai Interpretasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

Kusmana. Hermeneutika Al-Qur’an: Sebuah pendekatan Praktis Aplikasi Hermeneutika Modern dalam Penafsiran al-Qur’an. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2004.

Latief, Hilman. Nasr Hamid Abu Zaid: Kritik Teks Keagamaan. Yogyakarta: eLSAQ, 2003.

Ricouer, Paul. Filsafat wacana: Membelah Makna dalam Anatomi Bahasa. Yogyakarta: IRCiSoD, 2003.

Shohibuddin, M. “Nasr Hamid Abu Zayd tentang Semiotika al-Qur’an” dalam Sahiron Syamsudin dkk. Hermeneutika al-Qur’an: Mazhab Yogya. Yogyakarta: Islamika, 2003, 111-20.

Sunarwoto.“Nasr Hamid Abu Zayd dan Rekonstruksi Studi-studi al-Qur’an” dalam dalam Sahiron Syamsudin dkk. Hermeneutika al-Qur’an: Mazhab Yogya. Yogyakarta: Islamika, 2003, 103-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Powered by OJS | Azwar Muin